Sharman MJ, Kraemer WJ, Love DM, Avery NG, Gomez AL, Scheett TP, Volek JS.
Diet Rendah Karbo (ketogenic) , mempengaruhi secara positip penanda penyakit jantung pada pria dengan berat badan normal.
J Nutr 2002; 132: 1879-85
Laboratorium Kinerja Manusia, University of Connecticut, Storrs 06269-1110, USA.
Diet ini sangat rendah karbohidrat, tinggi lemak, cukup protein. sehingga disebut ketogenic. Diet ini populer akhir-akhir ini tetapi sedikit yang diketahui mengenai efek pada penanda Penyakit Jantung Koroner (PJK).
Studi ini meneliti efek diet ketogenic selama 6 pekan terhadap ada tidaknya PJK . Penanda PJK diukur pada sebelum dan setelah makan pada 20 orang dengan berat badan normal, laki-laki.
Karbo Protein Lemak
Diet biasa – 8 orang sebagai kontrol 47% 17% 32%
Diet tinggi lemak – 12 orang 8% 30% 61%
Duabelas makan lemak tinggi, 8 orang makan seperti biasa sebagai kontrol. Lipid darah, ,insulin, ukuran partikel LDL, LDL teroksidasi, sebelum makan dan trigliserit, insulin setelah mengasup makanan tinggi lemak diukur, untuk menentukan response makanan itu.
Hasilnya : Ada penurunan yang signifikan dalam serum TAG (-33% ) puasa , penurunan lipid darah setelah mengasup makanan tinggi lemak (lipemia postprandial) sebesar (-29%), dan penurunan konsentrasi serum insulin puasa (-34%) setelah orang itu mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Serum total kolesterol, LDL kolesterol dan LDL-teroksidasi tidak terpengaruh dan HDL kolesterol cenderung meningkat dengan diet ketogenic ini (11,5%; P = 0,066).
Pada subyek yang berkecenderungan partikel LDL nya kecil, partikel LDL pola B, ada peningkatan yang signifikan dalam rata-rata diameter partikel LDL dan persentase LDL-1 setelah ketogenic diet. Tidak ada perubahan signifikan dalam lipid darah pada kelompok kontrol.
Studi ini adalah yang pertama mendokumentasikan efek diet ketogenic puasa dan postprandial terhadap penanda PJK yang independen terhadap penurunan berat badan.
Hasilnya menunjukkan bahwa, dalam jangka pendek ketogenic diet, tidak memiliki efek merugikan pada profil risiko PJK dan mungkin malah memperbaiki kelainan proses penumpukan lemak.
# KOMENTAR : Saat dengar diet tinggi lemak langsung terpikir kolesterol pasti naik, apalagi lemaknya 61% dari kebutuhan kalori harian.Namun, ……..justru ternyata sebaliknya.
Berikut ini ringkasan hasil penelitian mereka :
# Lemak darah (trigliserit) turun – 33 %
# Tingkat lipid darah (LDL) setelah asupan lemak turun -29%
# Insulin setelah makan turun – 34 % (Postprandial insulin)
# HDL naik 11,5%
# Total kolesterol tidak berubah
siiip
cocok infonya dan komplit lagi
tq dah berkunjung jug ake blogku
purwati
http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
http://purwati-ningyogya.blogspot.com
http://purwatining.multiply.com
nice article mas drajat…perlu banyak riset mendukung nich, maklum aku kolesterol diambang batas tinggi sehingga takut lemak…