Anthony Colpo, February 23, 2006

(Tulisan ini harus dibaca oleh orang yang ingin menurunkan berat badan,atau mengurangi lemak, juga orang Islam yang telah diteror bahwa makan lemak itu berbahaya, sementara tiap tahun mereka harus berkurban ternak, kemudian diteriaki “lemak tinggi,kolesterol tinggi,tidak sehat”)

Tanggal 8 Februari 2006, Journal of American Medical Association meledakkan “bom pencerahan” bagi pendukung “diet rendah lemak”  dengan menerbitkan hasil uji coba Women Health Initiative.  Hasil uji coba selama delapan tahun membuka lebar  mata kita bahwa diet rendah lemak gagal mencegah penyakit kardiovaskular ataupun kanker.Bahkan pada  wanita dengan Pra-Ada  Penyakit Jantung , diet rendah lemak meningkatkan risiko CVD sebesar 26 persen!
Sejak dipublikasikannya  hasil studi WHI ( Women Health Initiative ) ini, pendukung diet rendah lemak  terpaksa kerja  lembur untuk memproduksi alas an yang bisa menjelaskan kegagalan rejim diet yang mereka cintai ini. Alasan yang terutama disampaikan  adalah bahwa wanita dalam kelompok diet rendah- lemak tidak mengurangi asupan lemak mereka dengan cukup.  Bahkan ada yang menuduhku secara keliru  bahwa aku tak “memahami”  diet rendah lemak. Sedih dituduh keliru menulis, atau mengatakan bahwa saya tidak “mengerti” diet rendah lemak, bahwasanya  satu-satunya alasan mereka sering gagal adalah karena orang-orang mengikuti diet rendah lemak ini tidak menurunkan asupan lemak mereka secara cukup.
Kebodohan seperti ini  membuat kepalaku berpusing ..

Pertama-tama, saya amat sangat memahami apa itu diet rendah lemak! Sesalku adalah, saya mengikuti diet ini sepanjang tahun sembilan puluhan, dan hasilnya tak kurang adalah bencana.

Mimpi buruk rendah lemakku dimulai pada usiaku awal dua puluhan, setelah dokter mengatakan kepada saya bahwa kolesterol saya, pada 213, “cukup tinggi” dan menempatkan aku pada peningkatan risiko penyakit jantung (sesuatu yang saya tahu sekarang menjadi omong kosong). Mengikuti kebijakan makanan yang berlaku pada saat itu, aku segera mengadopsi diet rendah-lemak. Yang aku anut bukan rata-rata diet rendah lemak – itu diet SANGAT rendah lemak, dengan jenis membenci asupan lemak yang akan membuat pendekara fobia lemak seperti Ornish dan Pritikin bangga.
Selama bertahun-tahun, aku makan daging paling rendah lemaknya, bahkan, kalau hari ini, ingatan makan dada ayam tanpa kulit, steak kangguru(kanguru itu rendah lemaknya,penterjemah), atau ikan rendah lemak membuat saya ingin muntah! Untuk bahan bakar tuntutan energi tinggi dari  latihan saya setiap hari dalam menghadapi asupan rendah lemak karbohidrat berarti makan – banyak dari makanan seperti itu! Sesuai dengan saran umum yang masih diberikan kepada atlet untuk makan banyak  makanan ‘sehat’ seperti karbohidrat kompleks, saya mengkonsumsi jumlah banyak roti gandum, beras merah, ubi jalar, pasta gandum, oat digulung, soba, dan millet.

Dedikasku untuk mantra rendah-lemak mirip-mirip agama.  dan doktrin rendah lemak telah mencuci otak saya secara menyeluruh sehingga saat aku hitung-hitung jumlah rata-rata kalori lemak yang aku asup, aku benar-benar bangga mengetahui secara konsisten hanya mengasup lemak kurang dari sepuluh persen dari kalori harian saya!
Setengah jalan melalui tahun sembilan puluhan, realitas mulai menggigit – keras. Meskipun diet ‘sehat’, dan latihan harian yang berat, tekanan darah saya meningkat dari 110/65, pada atlet yang sangat terlatih terbaca , di 130/90. Saya melihat semakin sulit mempertahankan, ramping “lekuk-lekuk”, otot tubuhku yang selalu aku banggakan. Sebaliknya, tubuh saya menjadi semakin halus dan lembek. Sistem pencernaan saya menjadi semakin lamban, perut saya sering merasa berat dan buncit setelah makan. Saya sering merasa lelah setelah makan. Aku menunjukkan tanda-tanda sindrom usus bocor, menunjukkan tanda-tanda yang  mengesankan sensisitve terhadap makanan yang tak tersembuhkan. Aku tidak pernah menjadi peminum kopi berat , tapi aku sekarang sering berusaha untuk melawan kelelahan meningkatkan hirupan si hitam secangkir dua cangkir sebelum sesi pelatihan. Kadar glukosa darah puasa ku  berada di bawah kisaran normal, menunjukkan hipoglikemia reaktif.
Pada dasarnya, aku merasa seperti sampah!

Perasaan seperti itulah yang membuatku gerombolan rendah-lemak secara keseluruhan, dan mengadopsi diet yang melawan segala sesuatu yang diajarkan oleh ortodoksi diet yang sedang  berkuasa, barulah saya mulai untuk ada perbaikan dari gejala ini. Ketika saya makan lebih banyak lemak jenuh dan daging daripada sebelumnya dan maka merasa lebih baik dari sebelumnya, saya segera menyadari bahwa ‘ahli’ diet sunguh-susngguh tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Saya segera menyadari bahwa mereka hanya beo mengulangi garis kebijakan  resmi. Ketika saya melihat kembali pada hari-hari takut-lemak saya , di mana aku benar-benar percaya bahwa lemak dalam makanan adalah semacam racun jahat, pikiran pertama yang terlintas dalam pikiran adalah “Ah goblok lu!” Saya kemudian berpikir tentang gerombolan orang yang  menyedihkan telah dicuci otaknya di seluruh dunia yang masih mengikuti paradigma rendah lemak yang bodoh. “Kasihan sekali, ” saya berpikir, “mereka benar-benar tidak tahu betapa buruk kondisi mereka  …” Sementara aku merasa kasihan pada orang-orang ini,  saya tak mengucapkan apa-apa, namun pembela paradigm rendah lemak melontarkan penghinaan mereka dalam  tulisan. Untuk tertipu adalah satu hal, tetapi dengan penuh semangat membela orang-orang yang telah menipu tanpa ampun adalah sangat menyedihkan – melihat kebodohan yang merusak diri sendiri benar-benar mengerikan.!
Sekarang mari kita cari tahu mengapa peserta kelompok diet percobaan WHI haruslah senang bahwa mereka tidak menurunkan asupan lemak mereka lebih dari apa yang mereka lakukan!

Mengapa Diet Rendah Lemak adalah Penipuan Yang Mengerikan..
Tujuan kita makan sehat adalah mengkonsumsi  makanan yang kaya  gizi. Namun memotong asupan lemak  sangat menghambat tujuan ini, setidaknya melalui  tiga cara:

1) Langsung membuang  asupan vitamin penting dan asam lemak itu sendiri;

2) Mengurangi penyerapan vitamin larut lemak,

3) Penurunan penyerapan mineral penting.

Anda mungkin berpikir sedang “tercerahkan” saat menyayat  lemak dari daging dan memminggirkan  kuning telur untuk di buang ke tempat sampah. Apa yang Anda lakukan sebenarnya adalah jelas-jelas  tolol, ceroboh dan otak anda telah dicuci.

Kenapa tidak, Anda telah berhasil  membuang jauh-jauh nutrisi yang dibutuhkan tubuh yang bermanfaat untuk bertahan hidup dan berkembang!

Lemak yang ada pada daging, susu dan telur adalah tempat kita menemukan vitamin larut lemak seperti A, D, E dan beta-karoten dengan konsentrasi tertinggi

Mengupas  kulit dari dada ayam, tak hanya membuatnya  kurang lezat, tetapi juga  mengurangi kandungan vitamin A  hingga  (78%) tujuh puluh delapan persen! (1)

Membuang kuning telur , sama saja Anda bodoh. Satu kuning telur besar berisi 245 IU vitamin A, 18 IU vitamin D, dan 186 mcg lutein ditambah zeaxanthin, bersama dengan sejumlah kecil karotenoid lain dan vitamin E, pada putih telur besar  tak mengandung nutrisi ini. Kuning telur, bersama dengan hati sapi, juga merupakan sumber  utama konsentrasi  fosfatidilkolin (lesitin) dan kolin, yang diperlukan  tubuh untuk fungsi hati yang sehat dan untuk pembentukan kunci neurotransmitter asetilkolin. Asetilkolin yang rendah berhubungan dengan kehilangan memori dan penurunan kognitif (2).

Bila Anda memilih yoghurt susu skim, ketimbang susu full milk ,secara gizi anda telah memutuskan jadi orang kuntet; yoghurt rendah lemak  kandungan  vitamin A nya  kurang 93% dibanding  yoghurt  “whole milk”! Dan jika Anda memilih yoghurt non fat, maka kami ucapkan  selamat – anda tidak mengasup  vitamin A sedikitpun (1) Data dari survei gizi nasional secara konsisten menunjukkan bahwa anak-anak Amerika telah lebih rendah dari asupan yang direkomendasikan vitamin E, dan ini tercermin dalam bawah rata-rata! serum vitamin. Pengurangan lemak dalam makanan lebih memperburuk status vitamin E pada anak-anak (3). Konsekuensi dari rendahnya  asupan vitamin E pada makanan bisa mengurangi  respon kekebalan, dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit jantung dan kanker.
Sukarelawan yang  mengurangi asupan  vitamin- penting dan karoten benar-benar  tidak cerdas – alias bodoh!

Camkan ini!

Mengasup makan rendah-lemak tidak hanya menurunkan asupan nutrisi penting tertentu.Peneliti telah menunjukkan dari waktu ke  waktu ,diet rendah lemak  juga akan secara dramatis mengurangi penyerapan  segala vitamin yang larut lemak dan karoten dari makanan  Anda! (4-7).
Ketika subyek penelitian diminta mengasup jumlah yang sama  zat lutein  – zat yang dapat melindungi terhadap degenerasi mata  dan katarak – pilihannya plus telur utuh, bayam atau suplemen, diamati ternyata penyerapan lutein secara signifikan lebih tinggi selama periode konsumsi telur utuh (8).

Dalam studi lain, peneliti membandingkan penyerapan karotenoid dari salad yang berisi minyak kanola  0,6 gram atau 28 gram.Konsentrasi karotenoid darah setelah mengasup salad bebas lemak,tak ada peningkatan. Sementara bila saladnya berlemak sedikit, karetenoid darah beringsut naik, semakin tinggi lemak semakin tinggi karotenoid dalam darah orang itu.(9).

Tambahkan  150 gram saus lemak alpukat, maka  serapan  likopen dan beta-karoten naik hingga  4,4 dan 2,6 kali lipat, masing-masing, dibandingkan tanpa saus lemak alpukat.  Dalam cara  yang sama, menambahkan  24  gram minyak alpukat atau 150 gram salad alpukat  meningkatkan serapan alpha-carotene, beta-karoten dan lutein  hingga  7,2, 15,3 dan 5,1 kali lipat, masing-masing, dibandingkan dengan tanpa salad alpukat! (10)
Hanya orang yang betul-betul tolol , akan berpikir bahwa mengurangi penyerapan nutrisi- larut- lemak  adalah bermanfaat. Jangan tolol ah.

Membuat Situasi Buruk jadi Lebih Jelek.

Status mineral khas dari Barat adalah mengerikan. Ambil magnesium sebagai  contoh, zat penting untuk fungsi jantung sehat, kontrol gula darah, pembentukan tulang, dan kontraksi otot (11-16). Sebuah survei terbaru dari orang dewasa AS menemukan bahwa asupan rata-rata harian magnesium antara pria Kaukasia hanya 352 miligram, dan hanya 278 miligram antara pria Amerika Afrika. Wanita Kaukasia mengkonsumsi rata-rata 256 miligram per hari, sedangkan wanita Afrika-Amerika hanya mengambil 202 miligram setiap hari (17). Jumlah yang lebih rendah magnesium dicerna oleh Afrika Amerika telah mengemukakan sebagai kontributor mungkin untuk kerentanan mereka peningkatan hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular (18).

 

11 March 2013 11:11:28

Bagi siapapun yang takut dengan lemak jenuh, perlu merenungkan catatan ini:

1.ASI kandungan kalorinya lebih dari 52% berasal dari lemak. Lemak ASI kejenuhannya adalah 55%.Bahkan kandungan kolesterolnya tinggi. Adakah kita melihat bayi menggelepar tewas karena sakit jantung karena mengasup ASI yang berlemak jenuh tinggi? Sebuah penelitian bayi yg mengasup ASI eksklusip, lebih ramping dan setelah dewasa level kolesterol mereka lebih rendah. Lihat link ini dan kita belajar kandungan beberapa jenis lemak.http://www.scientificpsychic.com/fitness/fattyacids1.html

2.Suku Masai, Suku Rendille di Afrika yang meneruskan asupan tinggi lemak, (anak-anak juga diberi lemak cair), bila dewasa mereka makan lemak , susu dan kadang darah yang diambil langsung dari binatang piaraan mereka. Mereaka  tidak terkena penyakit jantung, tidak ada obesitas, tidak ada diabetes dan sebagai bonusnya gigi mereka utuh, tak ada kerowoknya,walau tak pernah bersikat gigi. (Anak Indonesia yg berumur 12 tahun tingkat kariesnya 89%.)

3.Suku Tokelau di Polinesia adalah pemakan kelapa. Asupan lemak jenuhnya hingga 56%. Prevalensi penyakit jantungnya rendah, tak ada obesitas, karies giginya rendah. Penyakit jantung,obesitas , penyakit gout rendah. Suku yang sama mulai terkena penyakit degeneratip setelah pindah ke New Zaeland.

4.Sekarang penelitian di Framingham.The Framingham Study mengatakan :” “Di Framingham, Mass.. semakin banyak seseorang mengasup lemak jenuh, semakin banyak kolesterol mereka asup, semakin banyak kalori yang mereka asup, semakin rendah kolesterol darah mereka. Ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Keys dkk…Kami menemukan bahwa orang yang mengasup paling banyak kolesterol, mengasup paling banyak lemak jenuh , mengasup paling banyak kalori, bertubuh paling ringan, ternyata paling aktip secara fisik.”

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/10/22/debunking-the-science-behind-lowering-cholesterol-levels.aspx

5.Sekarang penelitian Dariush Mozaffarian, “Semakin banyak lemak jenuh di asup, semakin lebar pembuluh darah orang itu. Semakin banyak kita mengasup karbo semakin menyempit pembuluh darah orang itu” Mozaffarian sendiri terkejut melihat hasil penelitiannya. Penelitian dilakukan dengan mengukur diameter pembuluh darah dari subyek penelitian. Bacalah : Saturated fat prevents coronary artery disease? An American paradox.
http://ajcn.nutrition.org/content/80/5/1102.full

Aku harap catatan ini bisa menghapus ketakutan orang terhadap lemak,lemak jenuh yang terkandung dalam daging kambing, daging sapi.

Bacalah hadits ini. Sayidina Ali bin Abi Talib pula pernah berkata: “Makan daginglah(wahai sekalian)kamu. Kerana yang demikian itu menjernihkan (mencerahkan) warna kulit, mengecilkan perut dan memperbaiki tingkah laku”

Nutrisionis Islam , harus bilang Lemak itu aman

Kasihan sekali ahli nutrisi Islam. Mereka harus berputar-putar dalam membela bahwa makan daging kambing saat kurban itu aman.Kenapa harus berputar-putar? Karena tak membaca studi-studi baru yang berseliweran di dunia maya.

Bacalah dalam blog-blog Islam mereka harus “mlipir-mlipir” dengan mengatakan ” Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak mono dan polysatured yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi.

Apakah mengasup lemak itu berbahaya?
Tahukah anda bahwa ASI kandungan kalori dari lemak sebanyak 52%. Jadi ASI yang juga disebut makanan yang paling sempurna adalah “high fat food.” Bahkan kandungan lemaknya 55% adalah lemak jenuh. Akankah Allah mencelakai umatnya dengan memerintahkan bayi diberi ASI selama 2 tahun sementara kandungan lemak jenuhnya 55%.?

Manakah study yang mendukung bahwa Lemak jenuh itu menyumbat pembuluh darah jantung? Tak ada.

Namun ada 21 penelitian tentang lemak jenuh yang kemudian dirangkum jadi sebuah Meta Analysis yang kesimpulannya “Tak ada hubungan antara asupan lemak jenuh dengan penyakit jantung maupun stroke” Lihatlah link ini.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20071648

Bagaimana dengan mengasup kolesterol….?

“Di Framingham, Mass,…….mereka yang mengasup lebih banyak lemak jenuh , mereka yang mengasup kolesterol paling banyak ,…….., semakin rendah serum kolesterol mereka. Kebalikan dari apa yang … Ancel Keys dkk sangkakan … … Kami menemukan bahwa orang-orang yang makan paling banyak kolesterol, makan lemak jenuh paling banyak ,……berat badannya paling ringan dan paling aktif secara fisik. ”
http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2012/02/02/dutch-recognize-saturated-fat-not-a-problem.aspx

Bahkan kalaupun Ali bin Abi Thalib RA mengatakan ” Makanlah Daging, karena daging dapat membersihkan warna kulit, mengecilkan perut dan memperindah tubuh. ” masih diterima secara ragu.

Betapa hebat kekuatan brainwashing media terhadap kita.

Sebagai penutup mari kita lihat penelitian yang membandingkan diet rendah lemak dibanding dengan tinggi lemak yang di muat di sini. “Rendah Karbo, Turunkan Berat Badan Tanpa Pembatasan Kalori” http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/12/13/rendah-lemak-kalah-dari-mediterania-telak-dari-rendah-karbo-dalam-uji-selama-2-tahun-440646.html

Setidaknya ada 16 penelitian acak yang mengatakan diet tinggi lemak lebih berhasil daripada rendah lemak yang bisa-bisa membawa kita kesesatan.

Aside  —  Posted: June 30, 2013 in Kesehatan, KOLESTEROL, lemak, lemak jenuh
Tags: , , , ,

3 May 2013 18:56:50

Dear Titin,
Aku ingin menambah bahan diskusi Titin dengan teman-teman.

Aku sepakat dengan tulisan Titin:
J. Gray dan B.Griffin dalam jurnal berjudul Eggs And Dietary Cholesterol – Dispelling The Myth. Dosen saya, Prof. Veni Hadju, pernah berkata, “Tidak usah takut makan telur rebus setiap hari,……………………………………….

Ini tambahan info:
Penambahan 1 telur per hari selama 3 bulan ditemukan tidak berpengaruh pada serum kolesterol (1). Hal yang sama terjadi ketika 2 telur dikonsumsi setiap hari selama 3 bulan (2). Sebuah studi dengan subyek lebih dari 900 orang tidak menemukan perbedaan dalam serum kolesterol antara mereka yang mengkonsumsi rata-rata 1,4 butir telur per minggu dan mereka yang mengkonsumsi rata-rata 10,6 butir per minggu selama 12 tahun (3).

(1) Porter, M. W., Yamanaka, W., Carlson, S. D., & Flynn, M. A. (1977). Effect of dietary egg on serum cholesterol and triglyceride of human males. The American Journal of Clinical Nutrition, 30, 490-495.

(2) Flynn, M. A., Nolph, G. B., Kahrs, R. & Krause, G. (1979). Effect of dietary egg on human serum cholesterol and triglycerides. The American Journal of Clinical Nutrition 32: MAY 1979, pp. 105 1-1057.

(3) Dawber, T. R., Nickerson, R. J., Brand, F. N., & Pool, J. (1982). Eggs, serum cholesterol, and coronary heart disease. The American Journal of Clinical Nutrition, 36, 617-625.

inilah tempat aku nyontek :

http://www.integrativepersonaltraining.com/articles/eggs-and-cholesterol-myth/

3 May 2013 20:51:59

Dear Sutiwa

Sutiwa menulis (Hyperkolestomi…..Merangsang pembentukan Kerak lemak di Pembuluh darah—–> Darah tidak lancar ke jantung——>Serangan jantung——>Berangkat……)

Pelajaranku juga dulu begitu, kolesterol tinggi akan menyumbat jantung, hingga aku menemukan penelitian ini:

Salah satu fakta yang paling mengejutkan tentang kolesterol adalah bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kolesterol darah dan tingkat penyumbatan di pembuluh darah. (Bahasa kerennya tak ada hubungan antara kolesterol dengan tingkat aterosclerosis).

Jika kolesterol tinggi benar-benar meningkatkan penyumbatan, maka orang dengan kolesterol tinggi jelas harus mempunyai sumbatan lebih banyak. (Bahasa kerennya bila tingkat kolesterol tinggi maka tingkat aterosklerotik lebih tinggi daripada yg kolesterolnya rendah). Tapi ternyata gak begitu.

“Ahli patologi Dr Kurt Lande dan ahli biokimia Dr Warren Sperry di Departemen Kedokteran Forensik Universitas New York ,tahun 1936 menyelidiki hubungan kolesterol tinggi dengan penyumbatan. Sungguh mengejutkan, mereka menemukan benar-benar tak ada korelasi antara jumlah kolesterol dalam darah dan tingkat penyumbatan di arteri dari sejumlah besar orang yang telah meninggal karena kecelakaan. Dibuat diagram berdasar kelompok usia, diagram mereka tampak seperti bintang-bintang dilangit, tak beraturan.”

Dr JC Paterson dari London dan timnya , bertahun-tahun mereka mengikuti sekitar 800 veteran perang. Selama bertahun-tahun, Dr Paterson dan rekan-rekannya secara teratur menganalisa sampel darah dari para veteran ini.Studi mereka dibatasi untuk veteran yang meninggal antara usia enam puluh dan tujuh puluh. Para ilmuwan mencatat tingkat kolesterol selama sebagian besar waktu ketika penyumbatan (aterosklerosis) biasanya berkembang.

Dr Paterson dan rekan-rekannya tidak menemukan hubungan antara tingkat penyumbatan dan tingkat kolesterol darah. Mereka yang memiliki kolesterol rendah juga mengalami aterosklerosis sebagaimana mereka yg mempunyai tingkat kolesterol tinggi saat mereka meninggal.

Penelitian serupa telah dilakukan di India , Polandia , Guatemala , dan di Amerika Serikat , semua dengan hasil yang sama: tidak ada korelasi antara tingkat kolesterol dalam aliran darah dan jumlah aterosklerosis di pembuluh.

Periksa sumber sontekanku:
http://www.ravnskov.nu/myth2.htm

Aku kesal mengetahui bahwa penduduk Indonesia kesehatan giginya lebih jelek dari pada suku-suku primitip seperti Inuit yang tak pernah bersikat gigi.

Harian Kompas, 18 Agustus 2011,melaporkan bahwa

“Masalah gigi berlubang atau karies gigi dialami oleh hampir 89 persen anak-anak di bawah usia 12 tahun di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kebersihan gigi yang kurang dijaga dan kegemaran mengonsumsi makanan manis dan lengket.” Menurut drg.Zaura Anggraeni, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), rata-rata tiap penduduk memiliki empat gigi berlubang.

Kemudian Kompas ,6 Mei 2013,

” data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (Riskesdas) 2007, sebanyak 90,7 persen masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi dua kali sehari.”

Lihat, walaupun 90 persen orang Indonesia sudah bersikat gigi, namun 89 persen anak Indonesia giginya kerowok.

Pasti yang dipersalahkan orang Indonesia cara gosok giginya yang kurang bener.

Tetapi adakah di dunia ini orang yang giginya tak kerowok? Kenapa kita tak belajar dari sana?

Yang ini catatan dari “About Tooth Decay & Diet”

Direktur Museum Nasional di Islandia mengatakan bahwa, bisa dipastikan bahwa selama 600 tahun, 1200-1800 di Islandia, tidak ada gigi yang berlubang.

Makanan yang mereka asup adalah susu dan produk susu, daging kambing, daging sapi dan ikan. Mereka tidak makan karbohidrat. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah sup lumut sedikit di musim panas, tapi ini adalah langka dan “fun food” bergizi rendah.

Dua suku Indian mengungkapkan hal yang sama.

Orang-orang Indian prasejarah California adalah vegetarian, tidak seperti kebanyakan orang pada masa itu, dan mereka memiliki kerusakan gigi. Sebaliknya, orang-orang Indian Sioux mengasup daging kerbau gigi mereka tak ada yang kerowok. Suku Pueblos menyembah Tuhan Jagung, tapi Tuhan mereka tak berkah.Mereka memiliki gigi yang paling rusak dari semua suku Indian Amerika. Mereka hidup dari jagung, labu dan kacang-kacangan. Suku Laplanders, yang makan sebagian besar makannya daging rusa selama abad ke-18, jarang punya gigi berlubang. Namun Lap modern memiliki tingkat kerusakan 85% dari gigi mereka.
(William Campbell Douglass, MD: The Milk of Human Kindness)

Suku Masai adalah bertubuh tinggi dan kuat … Untuk makanan mereka selama berabad-abad mereka tergantung sangat  pada susu, daging dan darah, diperkuat dengan sayuran dan buah-buahan. Dalam suku Masai, sebuah studi dari 2.516 gigi pada delapan puluh delapan orang , hanya empat individu dengan karies. Total gigi yang rusak hanya sepuluh, atau hanya 0,4 persen.

Berbeda dengan Suku  Masai, suku Kikuyu ditandai dengan kehidupan sebagai orang tani. Makanan utama mereka adalah ubi jalar, jagung, kacang, dan pisang, millet, dan kafir jagung.  Para wanita menggunakan diet khusus selama kehamilan dan menyusui. Inilah bedanya. Suku Kikuyu tidak setinggi Masai dan fisik mereka kurang kekar … Sebuah studi dari 1.041 gigi dalam tiga puluh tiga orang menunjukkan lima puluh tujuh gigi dengan karies atau 5,5 persen. Ada 36,4 persen dari individu yang terkena gigi kerowok.
(Weston Price DDS: Nutrition and Physical Degeneration)

Terakhir, namun tidak kalah penting , konsumsi gula adalah penyebab kehilangan tulang dan kerusakan gigi. Pembusukan gigi dan pengeroposan tulang terjadi ketika rasio kalsium terhadap fosfor dalam darah bervariasi dari rasio normal 4 bagian fosfor sampai 10 bagian kalsium. Pada proporsi ini, semua kalsium darah dapat dimanfaatkan dengan baik. Dr Melvin Page dari Florida membuktikan dalam berbagai penelitian bahwa konsumsi gula menyebabkan kadar fosfor drop dan kalsium meningkat. Kalsium naik karena ditarik dari gigi dan tulang. Penurunan fosfor menghambat penyerapan kalsium ini, sehingga tidak dapat digunakan dan karena itu beracun.
Dengan demikian, konsumsi gula menyebabkan kerusakan gigi bukan karena menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam mulut, seperti yang dipercaya banyak dokter gigi, tetapi karena mengubah kimia internal tubuh.
Ahli gizi ortodoks mengakui bahwa gula menyebabkan kerusakan gigi, meskipun mereka mungkin keliru tentang mengapa demikian. Namun peringatan mereka untuk menghindari kerusakan gigi dengan membatasi permen cukuplah  jujur​​. Kebanyakan orang akan bersedia membayar harga untuk gigi yang buruk selama mereka tidak harus berhenti makan gula. Setelah semua, gigi dapat diperbaiki atau diganti. Tapi gigi rusak selalu jadi tanda lahiriah bahwa degenerasi dalam tubuh sedang terjadi, degenerasi yang tidak dapat diperbaiki dengan cara mekanis.
Sally Fallon: Nourishing Traditions

Konsumsi gula menyebabkan kerusakan gigi BUKAN karena memperbanyak  tumbuhnya bakteri dalam mulut, seperti yang kebanyakan dokter gigi percayai, tapi karena mengubah kimia internal tubuh.

Suku Inuit (juga disebut Eskimo) adalah sisa-sisa budaya “ pemburu-pengumpul” (hunter gatherer) yang mendiami daerah Kutub Utara, Alaska, Kanada dan Greenland. Mereka adalah bukti sejati ketangguhan, kemampuan adaptasi dan kecerdikan dari spesies manusia dengan gaya hidup yang unik. Mereka adalah lumbung  informasi  tentang kantung-kantung  ekologi manusia.

Weston Price, seorang dokter gigi dari Cleveland, terpesona dengan gigi mereka yang sangat rapi,  kesehatan yang secara keseluruhan sangat prima. Berikut adalah kutipan dari bukunya “Nutrition and Physical Degeneration”:

Dalam kehidupannya yang  primitip, suku ini  memberikan contoh keunggulan fisik dan kesempurnaan gigi yang tak pernah tersaingi oleh suku bangsa lain di masa lalu ataupun  sekarang …… kita juga sangat berkepentingan untuk mempelajari formula gizi mereka agar kita dapat belajar dari rahasia yang akan membantu kita , masyarakat modern yang beruntung ini yang sering disebut beradab , namun jika mungkin, menyediakan sarana untuk membantu dalam pelestarian mereka. “

Para pemburu Inuit, yang tangguh di udara dingin ini mengasup diet tradisional yang terdiri dari berbagai mamalia laut, ikan, mamalia darat  dan burung. Mereka menemukan beberapa alat yang sangat canggih, termasuk kayak, yang dasar rancangan tetap tidak berubah hingga hari ini. Kebanyakan kelompok  makan hampir tanpa makanan berasal dari tumbuhan. Makanan mereka berasal terutama dari lemak, sampai 75%, Hampir tidak ada kalori berasal dari karbohidrat. Anak-anak diberi ASI selama sekitar tiga tahun, dan makanan padat hampir sejak lahir. Seperti kelompok hunter gatherer yang lainnya, mereka bebas dari penyakit kronis saat hidup dengan gaya hidup tradisional, bahkan hingga usia tua.

Berikut adalah kutipan dari  Observations on the Western Eskimo and the Country they Inhabit ;  Catatan diambil selama dua tahun [1852 – 54] di Point Barrow, oleh   Dr John Simpson:

Orang-orang ini  [suku Inuit ] adalah tegap, berotot dan aktif, cenderung ramping tak kegendutan ataupun tak kelebihan berat badan, menyajikan penampilan yang nampak  jelas  sehat. Ekspresi wajah menampakkan humor. Dasar fisik dari kedua jenis kelamin nampak kuat. Panjang umur yang ekstrim bukannya tak dikenal , tetapi mereka tak mengindahkan jumlah tahun karena mereka tidak bisa menghitung umur mereka sendiri.

Hal yang sering saya dengar dengan diet  tinggi-lemak pada suku pemburu-pengumpul, adalah bahwa gerak badan lah yang  melindungi mereka dari kerusakan akibat  lemak. Suku Inuit dapat membantu kita mendapatkan dasar perdebatan ini. Berikut adalah kutipan dari Kanker, Penyakit Peradaban (1960, Vilhjalmur Stefánsson):

“Mereka pelahap makanan yang  besar, beberapa dari mereka, khususnya perempuan, makan setiap saat …” … Selama musim dingin perempuan Barrow ini jarang beringsut,  sedikit melakukan pekerjaan berat , namun mereka “lebih cenderung ramping daripada gemuk” [tanda kutip adalah dari antropolog Dr Yohanes Murdoch, dikutip oleh Stefánsson].

Argumen lain kadang-kadang saya dengar adalah bahwa Inuit secara genetik telah menyesuaikan diri `dengan diet tinggi lemak, padahal makanan yang sama akan membunuh orang Eropa. Hal ini tampaknya tidak demikian. Antropolog dan penjelajah Arktik Vilhjalmur Stefánsson menghabiskan beberapa tahun hidup dengan Inuit di awal abad 20. Dia dan rekan-rekan Eropa dan Amerika tumbuh dengan diet Inuit. Dokter-dokter  Amerika tidak begitu saja percaya,mereka mengolok sang penjelajah untuk hidup dengan diet lemak daging selama satu tahun, di bawah pengawasan dari American Medical Association. Sangat mengecewakan para dokter  ‘, mereka tetap sehat, tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit kudis atau kekurangan gizi lainnya (JAMA 1929; 93:20-2). ( Beberapa lama setelah dia hanya makan daging saja sang penjelajah merasa tak kuat dan minta ditambah lemak dalam dietnya. –tambahan dari penyunting)

Namun hal lain yang menakjubkan tentang Inuit adalah struktur sosial mereka. Berikut adalah Dr John Murdoch lagi (dikutip dari Cancer, Disease of Civilization ):

Para wanita tampak berdiri di atas pondasi kesetaraan yang sempurna dengan laki-laki, baik dalam keluarga dan masyarakat. istri adalah teman abadi dan terpercaya dalam segala hal kecuali berburu, pendapat dia akan diminta dalam setiap tawar-menawar atau mengambil keputusan penting lainnya … Kasih sayang orang tua bagi anak-anak mereka adalah ekstrim, dan anak-anak tampaknya benar-benar pantas mendapatkannya . Mereka hampir tidak menunjukkan jejak kerewelan atau merajuk yang begitu umum di antara anak-anak yang beradab, dan meskipun memanjakan ke tingkat ekstrim sangat patuh. Hukuman jasmani tampaknya benar-benar tidak dikenal , dan anak-anak jarang ditegur atau dihukum dengan cara apapun.

Sayangnya, hari-hari itu sudah lama berlalu. Sejak suku Inuit mengadopsi diet makanan olahan yang modern, kesehatan dan struktur sosial suku Inuit telah memburuk secara dramatis. Kerusakan Ini terjadi pada hampir semua kelompok suku  saat Weston Price   berkunjung, dan kerusakan itu hampir terjadi pada semua suku sekarang.  Berikut catatan Price :

Dalam berbagai kelompok suku   yang tinggal di dataran Kuskokwin, ada 72 individu yang hidup secara eksklusif dengan makanan asli , pada  2.138 buah gigi hanya dua gigi atau 0,09 persen yang pernah diserang oleh kerusakan gigi. Di distrik ini ada delapan puluh satu orang telah diteliti  yang telah hidup  di bagian atau sebagian besar pada makanan modern, dan dari 2,254 gigi mereka, sebanyak  394 gigi, atau 13 persen telah diserang oleh karies gigi. Ini merupakan peningkatan karies gigi  sebanyak 144 lipat. Ketika orang Eskimo dewasa mengganti  makanan mereka dengan makanan modern … …, mereka sering mengalami pembusukan gigi yang sangat luas dan sangat menderita …. keadaan mereka sering menjadi tragis karena tidak ada dokter gigi di daerah ini.

Inuit modern juga menderita diabetes dan kelebihan berat badan. Ini telah dikaitkan dengan perubahan dalam makanan, terutama penggunaan gandum putih, gula dan minyak olahan .

Secara keseluruhan, gaya hidup yang dan diet yang dari Inuit memiliki banyak pelajaran pada kita.

  • Pertama, bahwa manusia mampu menjadi sehat sebagai karnivora.
  • Kedua, bahwa kita mampu berkembang pada diet tinggi lemak
  • Ketiga, bahwa kita mampu hidup dengan baik di lingkungan yang sangat keras dan beragam.
  • Keempat, bahwa pergeseran dari makanan alami menjadi makanan olahan, (bukan perubahan komposisi makronutrisi ), merupakan penyebab sebenarnya dari penyakit peradaban.

Diterjemahkan dari www.wholehealthsource.com